pph 29 badan

Mudahnya Belajar Pajak……….. (Part 1 – PPh 29 Badan)

Mudahnya Belajar Pajak………..

  1. Pajak Penghasilan (PPh) pasal 29 Badan
  2. Uang Muka Pajak (PPh 22, PPh 23, dan PPh 25)
  3. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 4 Final
  4. Koreksi Fiskal
  5. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  6. Pajak Penghasilan (PPh) pasal 21

 

Pajak Penghasilan Pasal 29 (PPh 29) Badan

 

Sebelumnya kita samakan persepsi dulu yukk….kita samakan persepsi tentang bagaimana mencari solusi terhadap suatu masalah yang ada…..

 

Saya biasanya jika mencari suatu solusi permasalahan, dalam bayangan saya harus ada gambaran besar mengenai hasil akhir terlebih dahulu. Misalnya, jika masalah saya adalah bahwa saya ingin membangun rumah. Dalam bayangan saya harus ada bentuk rumahnya seperti apa, warnanya apa, tampak samping/ tampak depan seperti apa, dan lain sebagainya, sehingga nanti tukang salah membangun rumahnya. Bayangan saya ini akan tertuang dalam desain gambar. Nah, desain gambar inilah yang merupakan hasil akhir. Kira-kira begitu….

 

Begitu juga tentang perpajakan, harus ada bayangan kita akan hasil akhir. Hasil akhir yang dimaksud disini adalah pajak yang dibuat setahun sekali yang merangkum seluruh aktifitas perusahaan. Pajak tersebut disebut Pajak Tahunan atau Pajak Badan atau dalam UU Perpajakan disebut juga Pajak Penghasilan pasal 29 (PPh 29) Badan.

 

Nah, kita sudah mengetahui gambaran hasil akhir dari perpajakan. Asiiiik kaaan………….Sekarang, mari kita mulai cari tahu cara menghitung PPh 29 tersebut. Lanjutt…….

 

Dasar perhitungan PPh 29 ini adalah dari nilai profit/keuntungan perusahaan selama setahun. Secara garis besar profit / keuntungan ini dapat dihitung secara kasar dengan hasil dari Total Pendapatan dikurangi Total Biaya. Tarif untuk perhitungannya adalah dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP) yaitu 12,5% dikali DPP ke-1 & 25% dikali DPP ke-2. (Apaan sih DPP? bikin bingung aja…!!! tidak apa apa, dibawah nanti dijelasin kok). Lanjut dulu yah……

 

Terkait dengan besarnya Total Pendapatan selama setahun ini, kita bagi dalam 2(dua) kondisi, yaitu :

  1. Total Pendapatan tidak melebihi 4,8M dan
  2. Total Pendapatan lebih dari 4,8M

 

Kita buat contoh kasusnya dulu yukkkkk…..,

  1. Menu Memories, tahun 2016 memperoleh Total pendapatan sebesar Rp 3.900.000.000 dengan profit Rp 25.180.000, Sedangkan PT. UR Memories tahun 2016 memperoleh total pendapatan Rp 5.200.000.000 dengan profit Rp 60.250.000. Hitunglah PPh 29 Badan masing-masing perusahaan tahun 2016.

 

Sebelum menghitung, ada beberapa informasi tambahan yang perlu kita ketahui bersama, yaitu :

Untuk Total Pendapatan yang tidak melebihi 4,8M, maka nilai besaran PPh 29 Badan cukup 1 % dari Total pendapatan. Sebagai catatan, untuk tahun depan untuk tiap-tiap bulannya dibayarkan 1% dari Pendapatan bulanan. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah (pp) no.46 tahun 2013

 

Sedangkan untuk Total Pendapatan diatas 4,8M, DPP akan terbagi menjadi 2(dua) bagian;

  1. DPP ke-1 dihitung dengan cara =   (4,8M) : (Total Pendapatan) x (Profit) —> tarif pajak sebesar 12,5%
  2. DPP ke-2 dihitung dari sisa dari (Profit) dikurang (DPP ke-1)                  —> tarif pajak sebesar 25%

 

Nah, sekarang kita hitung besarnya nilai PPh 29 Badannya yukkkk….

  1. PT. Memumemoris, perhitungan PPh 29 Badan tahun 2016

Total Pendapatan Rp 3,9M, nilai ini lebih kecil dari 4,8M, maka PPh 29 sebesar 1% dari 3,9M = Rp 39.000.000

 

  1. PT. UR Memories, perhitungan PPh 29 Badan tahun 2016

Total pendapatan 5,2 M, nilai ini lebih besar dari 4,8M, maka perhitungan DPPnya sbb:

DPP ke-1 = (Rp 4,8M) : (Rp 5,2M) x (Rp 60.250.000) =  Rp 55.615.385

DPP ke-2 = (Rp 60.250.000) – (Rp 55.615.385)          =  Rp  4.634.615

 

dari DPP diatas, maka perhitungan PPh 29 sbb:

Tarif 12,5% —> Rp 55.615.385 x 12,5%         = Rp 6.951.923

Tarif 25%    —> Rp   4.634.615 x 25%           = Rp 1.158.653

 Maka nilai dari PPh 29 Badan tahun 2016 = Rp 8.110.576

 

Untuk mengurangi beban kita diakhir tahun dalam membayar PPh 29 yang nilainya bisa saja cukup besar jika dibayar langsung sekaligus, maka dari dirjen pajak membuat aturan untuk masing-masing Wajib Pajak (WP) agar melakukan pembayaran secara angsuran tiap-tiap bulannya. Pembayaran angsuran ini dalam perpajakan disebut juga sebagai Angsuran PPh 25 yang masuk dalam kategori Uang Muka Pajak. (Nah muncul lagi neh istilah baru “Uang Muka Pajak”……, tenang di artikel setelah ini kita bahas tuntas deh…..)

 

Dalam kasus diatas, untuk PT Menumemories, maka tahun 2017, nilai angsuran PPh 25 cukup 1% dari pendapatan bulanannya saja (karena tahun sebelumnya nilai Total Pendapatan selama setahun kurang dari 4,8M)

 

Sedangkan untuk PT UR Memories, tahun 2017 nilai angsuran PPh 25 tiap bulannya diperoleh dari nilai PPh Badan tahun sebelumnya dibagi 12 bulan, yaitu Rp 8.110.576 / 12, maka nilainya sebesar Rp 675.800 

 

 

Catatan terakhir :

  1. Contoh kasus diatas belum melibatkan unsur-unsur seperti Uang Muka Pajak, Koreksi Fiskal, dan lainnyayang terkait dengan peraturan perpajakan
  2. Terlampir link untuk form perhitungan PPh 29 Badan dalam bentuk ms ecxel, yang dapat diunduh di

https://drive.google.com/file/d/0B47RQglkoi-YZUxNb09UT0xkT1U/view?usp=sharing

 

 

“Siapa bilang belajar perpajakan itu susah…. mudah kok, yang penting tau aja alur ceritanya”  Kira – kira begitu !!!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *