Kila

Aku, pagi ini sengaja bangun lebih awal dari hari minggu biasanya (yang biasanya pasti bangun siang mumpung liburrrrr …) heheeee 😁😂. Hari ini akan dilalui dengan kesendirian karena honeyku sedang tugas keluar kota di kotanya pulau dewata. Ritual pagi seperti orang pada umumnya, sikat gigi-mandi-sarapan. 

 
Minggu pagi ini memang sengaja aku rencanakan keluar kota, ke Bogor. Dikarenakan memang jalur ke Bogor dari rumah yang daerah Ciledug traffic-nya begitu padat di waktu pagi, sehingga aku berangkat lebih pagi dengan memacu mobil di jalan tol lingkar luar ke tol Jagorawi. Akibatnya, ritual sarapan harus ditunda sesampainya di Bogor. Karena memang di mobil adalah “me time” jadi lagunya hari hijau alias GREEN-DAY berjudul SHE mulai diputar dengan volume yang cukup memekakkan telinga. Yakin seyakinnya kalo honeyku ada disebelah bakalan terjadi perang deh… hehehheeeee….😀😀😀.
 
Demi mengejar waktu biar ga terkena traffic jam, ditemani lagu green day, tak terasa pedal gas hampir kandas ditekan kaki, dan lirik ke spidometer, 145 kilometer per jam. Lumayan, tipe family car yang 1300 cc bisa dikebut dikecepatan itu  😀😀.  Ga terasa sudah keluar tol Jagorawi daerah Baranangsiang. Lirik ke jam, senyam senyum sendiri karena perjalanan hanya 30 menit lebih sediiikiit 😀😀.  Kuarahkan laju mobil kearah Tugu Kujang, lewat Pasar Bogor, belok kearah stasiun, tetapi stop di depan gedung DPRD. Yup, aku memang sengaja mau misa di Katedral.
 
Kuparkirkan mobil di lapangan gereja, dimana memang kebetulan sudah mulai kosong karena misa sebelumnya sudah usai. Ya, di gereja ini memang ada beberapa kali misa dilakukan, dikarenakan jumlah yang ikut misa tidak mampu ditampung area gereja. Lirik ke HP, masih ada waktu 30 menit lagi sebelum misa dimulai. Kemudian aku berjalan keluar untuk mengisi perut yang mulai bernyanyi lagu dangdut (mending kalo keroncong..) 😀😀.  
 
Sambil browsing  di HP dan mulai terasa kok agak lama yah pesanannya datang. Lihat ke penjual makanan, senyam senyum sendiri ternyata belum dipesan. Sementara abigail labil alias abege yang didepanku bisik-bisik sambil ikutan senyam senyum, jiaahhhhhhh. Itulah kalo kebiasaan berbagi tugas, setiap mau makan diluar, aku kebagian untuk mencari tempat duduk, sedangkan honeyku kebagian tugas memesan makanan. Nah ini….. single fighter brur… hehee 😀😀.
 
Ritual sarapan selesai, aku masuk ke dalam gereja. Kalo biasanya menempati tempat duduk dibagian depan dekat dengan Altar (mimbar), kali ini karena single fighter aku menempati tempat duduk dekat pintu masuk, kebiasaan lama sebelum merried.. jiaahhhhhhhhh. Kalo ditanya kenapa dibelakang, supaya bisa “mengawasi” seluruh area dalam gereja..asiikkkk..hehehheee 😀😀. Misa di tempat ini juga mengingatkanku akan memori tahun 2007, dimana pertama kali datang ke Bogor bersama Ibu dan kakak perempuanku, sekalian mengenalkan mereka pada honeyku dimana kami saat itu masih status LDR. Kuikuti misa ini seperti biasa, khusyuk, dan tenang merasakan kehadiranNya 😇😇😇.
 
Misa hampir selesai, dan seperti kebiasaan pada umumnya dalam beberapa kesempatan diadakan momen untuk pemberkatan anak-anak oleh romo (pastur). Dalam masuk keantrian kedepan, aku melihat iparku yang sedang menggendong anaknya yang masih bayi, yaitu keponakanku El. Aku menyapa berbisik menandakan aku juga misa disitu.
 
Misa selesai dan akupun meninggalkan gereja dan mencari mereka. Kangen juga dengan El yang masih berusia beberapa bulan. Oh.. ternyata mereka tadi datang dengan motor dan pulangnya juga dengan motor. Ga tega… benar ga tega. Akupun meminta El dan Ibunya ikut denganku berkendara dengan mobil mengantar mereka ke rumah, sedangkan iparku memacu motornya sendiri mengikuti iklan sepeda motor yang semboyannya titik-titik SEMAKIN DIDEPAN … jiaahhhhhh heheheee 😁😁.
 
Dalam perjalanan pulang, sambil berbincang sesekali kulirik El yang sedang dipangku ibunya. Matanya merem melek yang sepertinya merasakan sedang diayun oleh kondisi mobil yang sedang berjalan. Udara yang dingin dari AC mobil membuat dia adem ayem. Untuk kesekian kalinya aku melirik, saat itu juga El melirik. Sesuatu terjadi dalam pikiran dan hatiku. Entah perasaan apa. Sepertinya aku sangat dekat dengan El. Langsung teringat di memoriku scene di film Twilight dimana Jacob memandang bayinya Bella,  Renesmee, Jacob pun berlutut karena merasakan keterikatan dengan bayi itu. Aku pun tersenyum mengingat itu, dan anehnya El malah ikutan tersenyum…😃😃😃  senyumnya malah makin menjadi karena digodain ibunya sambil bisik bisik mengucapkan kalimat……
 
 
=======================
 
 
Dinginnnnn!!!!… aku pun menangis, kugerakkan kaki dan tanganku, tendang pukul, bolak-balik badan. Hanya itu yang kutau. Aku menjerit makin keras. Dingiiinnnnn….. itu yang kurasakan. Tapi perlahan lahan aku merasakan kehangatan, perutku diusap dengan tepung bedak, juga kakiku, tanganku, punggungku, wajahku, semuanya diusap bedak. Aku juga merasakan tangan dan kakiku lebih terasa hangat ketika ada kain yang ditutupkan dan dipakaikan. Selama diusap bedak dan dipakaikan kain tak hentinya Ibuku berkata dan menenangkanku. “El sabar yah… habis mandi memang dingin sayang, ibu kasih bedak biar hangat, nah sekarang pakai bajunya ya, bajunya sudah, sekarang celananya, oh iya kita pakai sarung tangannya juga sarung kakinya, nah sudah selesai !!!”
 
Akupun mulai merasakan lebih hangat lagi, tapi tetap saja aku menangis, menangis, dan menangis. Aku diangkat ibu dan digendong, dipeluk dan didekap. Ohhhhhh hangattt!!!!! Dalam tangisku, aku merasakan sesuatu dalam mulutku, aku memandang ibu, ibu tersenyum. “El laper ya nak”. Ya, aku lapar. Aku meminum yang diberikan ibu. Ibu menyusuiku. El sayang Ibu. Itulah yang bisa kukatakan….
 
Suasana ini begitu nyaman, dan tak terasa akupun tertidur. Dalam tidurku tetap saja masih bisa terdengar suara-suara dan orang-orang yang kukenal. Aku juga mendengar suara ayahku, suara omaku, suara opaku,dan suara auntiku. Suara-suara yang tidak ku mengerti. Perlahan-lahan suara-suara itu berkurang, dan hanya suara ayah dan ibu saja ditambah suara lainnya, suara yang memekakkan telinga. Aku terbangun karena angin menerpa wajahku, juga karena tubuhku tergunjang. Aku melihat keatas, aku menemukan wajah ibuku. Aneh, ibuku menutup kepala dengan benda yang tidak kumengerti itu benda apa. Kemudian aku juga melihat ke kiri. Hanya ada punggung. Aku diapit punggung ayahku dan dipeluk ibuku. Tapi aku masih ngantuk dan akupun tertidur kembali.
 
Sayup-sayup kudengar suara lain. Ini suaranya beda. Suara bergelombang dimana suara itu kelak kuketahui adalah suara nyanyian. Nyaman sekali disini. Dingin diwajahku tapi hangat dipeluk Ibu. Kadang kudengar suara orang berkata-kata, kadang kudengar suara nyanyian. Suara-suara itu kudengar bergantian. Sesekali kudengar suara Ayah dan Ibu ditelingaku. Kadang kurasakan juga benda aneh dipipiku, benda lembut, juga benda sedikit kasar, dimana kelak kutau itu adalah kecupan bibir Ayah dan Ibuku, juga kecupan hidung Ayah dan Ibuku..😍😘😍.
 
Aku semakin nyaman dengan suasana ini. Kemudian kurasakan aku diangkat dan dipangku oleh tangan yang lain. Tangan yang berbeda. Kuat. Kekar. Ya… itu tangan ayahku. Ayahku menggendongku. Aku sudah sadar, ga tertidur lagi, tapi memang mataku lebih nyaman tertutup. Kurasakan ayah berdiri dan berjalan menggendongku. Suara-suara kecil terdengar, namun ada suatu suara yang pelan yang masuk ketelingaku. Suara yang sepertinya aku kenal, tidak asing, tetapi aku lupa itu suara siapa. Suara yang penuh kasih sayang. Hanya sebentar. 
 
Kemudian aku merasakan sesuatu menyentuh kepalaku dan kudengar juga suara yang penuh kedamaian selama kepalaku dipegang. Suara itu hilang bersamaan dengan lepasnya sentuhan dikepalaku. Kurasakan ayah berjalan sebentar dan duduk kembali. Pipiku merasakan kecupan dari Ayah dan Ibu.
 
Aku menangis lagi. Panas. Ya panas. Pipiku sakit kena panas, badanku panas, aku menangis. Aku membuka mataku dan terang yang kulihat. Ada warna dan benda bergerak jauh diatas, yang kelak kutau itu langit biru dan awan yang bergerak. Ibu menggendongku kembali dan aku melihat benda lain diatas. Jaraknya lebih pendek dari yang sebelumnya dan benda itu menutupi cahaya yang panas itu. Kelak aku tau itu atap gedung bangunan.
 
Kini tidak sepanas tadi, aku menghentikan tangisku. Mataku terpejam. Suara yang tidak asing itu terdengar lagi. Kali ini lebih jelas dan bersahutan dengan suara Ibu dan suara Ayah. Mataku masih terpejam. Udara kurasakan mulai dingin dan meski tadi sempat kurasakan pipiku kena cahaya lagi, tetapi sekarang sudah nyaman. Kini hanya ada suara Ibu dan suara yang tidak asing itu saja yang bersahutan. Sepertinya aku dan mereka berada dalam suatu ruangan, ruangan yang sempit tapi tidak panas. Ruangan ini kelak kutau namanya ruangan dalam mobil.
 
Perlahan kubuka mataku, melihat keatas. Kulihat wajah Ibu tersenyum. Kuarahkan pandangan mataku kedepan dan kulihat sosok laki-laki seperti ayahku. Dari mulutnya keluar suara yang tidak asing itu. Aku tersenyum… 😃😃. Saat itu Ibu menggoyang-goyangkan badanku sambil kulihat wajah Ibu senyum… kemudian Ibu berbisik ditelingaku… “Yahhhh.. El senyum.. suka ya sama kila…”  Aku semakin senang dan tersenyum. Kulihat lagi laki-laki itu. Kini baru aku tau kalo aku memanggil dia KILA….😍😘😍😘.
Share

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *